Kamis, 27 Oktober 2016

Cara Pembuatan Premium Compost Tea (PCT)

Bahan kompos teh/ Compost Tea (CT)
1 kaus kaki nilon/ stoking
1 genggam daun kelor
1 petarangan/ bekas sarang ayam bukan ras ( Ayam kampung )
1 sarang burung walet/ seriti (kalau ada)
1 genggam rumput laut basah, kalau gak ada bs yg kering ( nori/bubuk)
1/4 cangkir daging ikan dihaluskan
1 cangkir daging lidah buaya
1 cangkir kascing, lebih pun tak apa untuk kascing
1 cangkir kulit pisang halus
1 cangkir molase/ tetes tebu asli
1/2 cangkir gula merah cair
2 genggam bubuk batu mineral/ batu alam
20lt air hujan atau air ro
1 cangkir dolomit
asam humid ( bisa diganti kompos daun )
JIKA TIDAK PUNYA SARANG WALET BISA DIGANTI DENGAN :
1. Segenggam jerami lapuk
2. Telur ayam 1 butir
3. Dolomit 1 cangkir
4. Air kelapa muda fresh
5. Humic acid (kalau ada, jika tidak ada boleh diganti kompos daun )
6. Air zamzam 5~10cc (klo ada)
Meskipun sdh punya sarang walet boleh juga di pakai ( optional )
Note:
Cangkir ukuran standart kopi teh/ cangkir kecil.
Bahan yg perlu distok adalah : molase, dolomit, asam humid, daun kelor. bahan-bahan ini nantinya perlu ditambahkan seiring waktu.
CARA MEMBUAT COMPOST TEA ( CT )
1.Masukkan semua bahan kedalam kaus kaki/stocking kecuali molasse/tetes, yang tidak pakai sarang walet telur dipecahkan masukan ke stocking/kaus kaki, beserta cangkangnya.
2.basahi atau rendam kaus kaki dg air kelapa, taruh ditempat yg gelap selama -+4jam,
3.Siapkan air 20ltr kedalam timba/ember beserta eratornya & celupkan kaus kaki atau stocking kedalam timba
4.setelah erator menyala 1 jam masukkan molase 1 cangkir. Ct anda sdh pasti jd asal listrik tdk mati selama 24-48jam
Penjabaran compost tea
Ingat, ct itu bukan teh yg dibikin kompos ya, jgn ada yg tanya lagi kok gak ada tehnya? haha
Compost tea bisa disimpan untuk pemakaian terus menerus selama pembuatan bahannya ada humic dan punya stock molase.
Setiap hari tambahkan 20 cc molase ke dalam CT, JANGAN LUPA.
Abaikan PH, selama ada dolomit dan humic acid.
Dosis untuk dolomit satu cangkir teh, dan humic berupa cairan setengah cangkir, sementara untuk humic yg berbentuk powder/bubuk 2 sendok makan.
Dihari ke-3 dan seterusnya kurangi air separuh dan ganti air baru lagi, begitu seterusnya. Jadi tiap 2 hari sekali ambil cairan CT sebanyak 10 liter, lalu tambahkan lg 10 liter ke dalam ember CT.
Ingat, aerator harus terus menyala, jika aerator mati selama 3 jam berarti CT sudah berubah menjadi POC ( pupuk organic cair ) biasa, berubah menjadi anaerob.
CT diaplikasikan ke tanaman pagi atau sore atau ketika langit mendung.
Dosis pengaplikasian CT tidak mengenal over dosis jika aerob pada tanaman.
Jika mau, ( optional ya, gak mau juga gpp ) tambahkan urin 500ml pada 10ltr CT tetapi ini untuk menyiram/kocor bukan untuk spray, hasilnya mengagumkan.
CT itu aerob jadi pengaplikasiannya harus segera tidak bisa ditunda, harus segera digunakan kurang dari 5 jam.
CT harus rutin dipanen, jika tidak dipanen warna akan berubah coklat pekat, ini artinya ada ledakan populasi yg berakibat terjadinya perebutan oksigen dalam air, lama kelamaan akan mati.
Rangkuman ini bersifat berkembang, jadi jika nanti ada tambahan bisa ditambahkan untuk mempermudah kita semua untuk belajar bersama.
NOTED :
jika kesulitan mendapatkan dolomit dan petarangan ayam, bisa dipakai tanah gambut/ tanah dari hutan yang belum terkontaminasi bahan kimia sintetis.
humid acid/ asam humid, bisa digantikan dengan kompos daun.
materi tambahan.
pct yg sdh di unduh sebelum di siram ke tanaman tambahkan
1. 10cc esensial ikan/ scott emulsion
2. segelas susu cair/ susu formula bayi
biarkan sekitar 2-3 jam tanpa aerasi. setelah itu barulah di encerkan dengan air perbandingannya 1 : 5-10.
Ini akan memberikan tanaman lebih berbagai mikroba.
setelah pct dipanen 6x maka perlu ditambahkan
1. kascing 1 cangkir
2. asam humid / humid acid 1 cangkir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar