Kamis, 27 Oktober 2016

Membuat PGPR dari Bayam Liar

Mengenal PGPR
Bila kita tidak bisa melakukan hal di atas, kita tidak/belum bisa melakukan “isolasi” bakteri yang kita inginkan. Apa yang bisa kita lakukan bila melihat ada tanaman yang seperti di atas, mas nurman?
Menurut saya: ada.
Dan cara pun mudahnya. Siapapun pasti bisa melakukannya. Dan itulah yang kita sebut dengan konsep membuat PGPR. Jadi, kita bisa membuat PGPR.
Apa itu PGPR
PGPR adalah singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Secara umum artinya adalah pertumbuahan tanaman yang dipromosikan/dipacu/dibantu dengan keberadaan rhizobakteri. Atau bisa disebut, PGPR adalah Rhizobakteria pemacu pertumbuhan tanaman.
Kalau secara pribadi, menurut saya, PGPR adalah pertumbuhan tanaman yang disupport/didukung oleh keberadaan koloni bakteri menguntungkan di sekitar perakaran tanaman.
Jadi PGPR bisa juga disebut dengan istilah PGSR yaitu Plant Growth Supporting Rhizobacteria. Rhizobakteria yang men-support/membantu pertumbuhan tanaman.
Cara Membuat PGPR
Secara umum, dalam pembuatan PGPR dilakukan dengan 2 tahap. Ke-2 tahap ini ada jeda waktunya, bisa sekitar 3 hari.
Tahap pertama : membuat biang PGPR ( inokulum )
Dalam tahap ini, yang perlu kita persiapkan adalah mencari tanaman yang akan kita jadikan induk PGPR. Tanaman yang saya sebutkan banyak sekali, seperti yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya.
Tanaman tsb bisa bambu, bayam liar, alang-alang, putri malu, dll. Kita hanya perlu mengambil akar beserta tanahnya. Nga perlu banyak, sekedarnya saja. Kira-kira segenggam saja.
Kemudian kita masukkan ke dalam wadah yang berisi air matang sebanyak 0,5 liter. Setelah itu, kita rendam selama 3 hari.
Tahap kedua : Membuat media biak
Untuk media biak ini, yang perlu kita persiapkan adalah bahan-bahan sbb :
Biji kacang kedelai/kacang hijau  250 gram, Gula pasir 3 sendok, udang rebon 1 sendok ( kalau tidak ada bisa pakai terasi), garam grosok 1 sendok dan air bersih 2 liter.
Cara pembuatan PGPR
1. Rebus semua bahan untuk membuat media biak tsb. Lakukan selama 20-25 menit terhitung sejak pertama kali air mendidih.
2. Biarkan air rebusan sampai agak dingin
3. Setelah itu, saring dan masukkan air rebusan ke dalam tempat/wadah/jerigen yang steril
4. Diamkan selama 12-24 jam
5. Masukkan air yang berisi biang PGPR (terlebih dahulu kita saring biang PGPG ini) dalam wadah/jerigen yang berisi larutan media biak. Dan ditutup rapat.
7. Usahakan tiap hari wadah/jerijen digoyang-goyang kecil agar mikroba cepat berbiak. Setelah itu tutup wadah/jerigen dibuka sebentar saja. Kemudian ditutup kembali.
8. PGPR sudah jadi sekitar 1 pekan, dan ini ditandai jika ada aroma harum seperti aroma tape.
Bersambung,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar