Senin, 13 Maret 2017

Kuliah Perdana SPI Fatahillah Angkatan 2017

Gambar: Foto Bersama Ikhwan Peserta SPI Fatahillah Angkatan 2017

Perkuliahan SPI (sekolah pemikiran Islam) Fatahillah angkatan 2017 resmi dimulai. Pada kuliah pertama ini diisi dengan perkenalan masing-masing peserta perkuliahan dan penyelenggara. Acara berlangsung dari pukul 18.30 hingga 21.00 WIB, demikian seterus sampai 20 kali pertemuan setiap hari rabu di Aula Insists, Jln Kalibata Utara Nomor 84 Jakarta Selatan.
Akh Muhammad Fahim Ilmi selaku kepala sekolah SPI menyampaikan tata tertib dan peraturan sekolah. Diantaranya, tiap minggu peserta perkuliahan harus membuat laporan reportase dan karya tulis ilmiah. Yang menarik, beliau juga menyampaikan, para peserta tidak boleh mencopi materi kuliah dalam bentuk PPT, foto materi atau merekamnya. Hal ini dimaksudkan agar tradisi pendidikan Islam, yaitu pertemuan,  mendengarkan dengan seksama dan mencatat pointnya bisa dilakukan secara lebih serius.
Pada kuliah perdana ini, Ustadz Akmal Sjahfril selaku pembina SPI menyampaikan visi misi didirikannya SPI. Begitu banyak persoalan Islam masa kini yang memerlukan jawaban yang cerdas. Diharapkan para peserta dapat mengembangkan tradisi keilmuan Islam agar kejayaan Islam dapat diwujudkan kembali.
Ustadz Akmal juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan belajar di sekolah pemikiran Islam ini tidak melulu mendengarkan materi. Seperti SPI angkatan terdahulu, direncanakan ada acara mabit, rislah, dan berbagai kegiatan tambahan lain. Sehingga diharapkan semangat belajar tetap terjaga, mempererat ukhuwah dan mendapatkan pengetahuan tambahan selain dari materi kuliah.
Kuliah perdana SPI angkatan 2017 ini ditutup dengan acara foto bersama. Uniknya, dalam satu sesi foto, selain foto tauhid, juru potret sambil bergurau mengusulkan foto gaya Oke OC yang merupakan brandmark dari pasangan pilkada Anis Sandi. Ternyata, hampir semua peserta  tidak menolak bahkan dengan semangat menunjukkan dukungannya. “Mari kita galang dukungan kepada Gubernur Muslim untuk Jakarta dan Indonesia yang lebih beradab”, celetuk akh Mardiansyah, salah satu peserta yang berdomisi di Klender Jakarta Timur.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar